kemarin udah sampai dimana ya? (lihat langit)
oh ya, sekarang memasuki acara inti...
Materi dan pemateri yang kece
dan inilah acara inti dari kegiatan inagurasi, penyampaian materi yang luar biasa oleh pemateri yang ga tanggung-tanggung, produk lokal rasa Nasional (red: karya/tulisan). materi pertama disampaikan oleh Ketua FLP Aceh, wanita bercahaya, kak Nuril Annisa. beliau memaparkan tentang apa itu FLP dan pilar-pilarnya yaitu kepenulisan, keorganisasisian,dan keislaman. FLP juga merupakan wadah bagi orang-orang yang mempunyai semangat menulis (seperti kami-kami ini insyaAllah..aamiiin). materi kedua disampaikan oleh seorang penulis dengan karya yang bejibun, penulis nasional, kak Beby Haryanti Dewi. Kak Beby, begitu nama kerenya menyampaikan materi tentang menulis fiksi. disini kak Beby meminta kami untuk praktik langsung, membuat outline. Nah, ini merupakan langkah awal yang harus ada untuk memulai membuat sebuah cerita. beliau juga memaparkan jangan bingung dalam mencari ide cerita, karena ide terbesar itu datang dari hidup kita sendiri. untuk materi menulis fiksi, panitia Inagurasi juga mendatangkan seorang novelis nasional, penulis novel Marwah di ujung Bara siapa lagi kalau bukan R.H.Fitriadi atau akrab disapa dengan bang Rahmat. Mimpi apa saya bisa ketemu dengan penulis sekaliber bang Rahmat (hanya di Inagurasi...catat! ).
tidak hanya non-fiksi, untuk kepenulisan fiksi materi disampaikan oleh bang Muazir alias Bang Maop, beliau memberi banyak tips bagaimana artikel kita bisa tembus ke media, secara beliau sudah sangat berpengalaman di bidang ini.
Di malam harinya, dipandu oleh kak Nuril, kak Ade dan Kak Riza kami akan membedah cerpen. banyak carita seru disini, nanti akan diceritakan lebih lanjut. setelah materi bedah cerpen sekitar jam 22.30. Materi dilanjutkan oleh orang yang paling fenomenal tahun ini di FLP menurutku, inilah dia Bang Ferhatt.com terbukti dari 2 award yang didapatkannya (nanti juga akan ada cerita selanjutnya). beliau menyampaikan materi "saatnya menulis". disini kami tidak hanya mendengarkan beliau berbicara tapi juga simulasi langsung,dimulai dari menyusun kata, menyambung cerita dari video yang ditampilkan, sampai analisis gambar. sangking serunya materi berakhir pukul 01.00 wib sodara, dimana tugas resensi dan wawancara belum selesai yang harus dikumpulkan esok pagi. Tapi tak apa lah, melatih imun di dalam tubuh agar lebih kuat.
Minggu pagi, materi pertama disampaikan oleh bang Ariel Kahhari mengenai "Berani Tampil". kami harus berperan sebagai penulis terkenal yang akan launching karya terbaru, dan ada juga yang berperan sebagai wartawan untuk menanyakan seputar karya si penulis, disini diksi yang kami gunakan sangat dinilai. bang Ariel ini ternyata adalah abangnya Bang Ferhat lho..(saya baru tau, lagi..hanya di inagurasi !).
Materi terakhir disampaikan oleh Ustaz Yasin, Lc tentang "Menulis untuk Melawan Lupa". sesuai dengan salah satu pilar FLP yaitu keislaman, dalam menulis sebaiknya mengandung ideologis, karena tulisan yang bertahan sepanjang zaman adalah yang mengandung ideologis. jelas ideologis kita adalah keislaman. beliau juga memaparkan bahwa tulisan yang kita hasilkan paling tidak ga membuat pembaca semakin tidak baik, tapi akan lebih baik jika kita bisa membuat pembaca menjadi lebih baik (bunda Helvy).
3 Diva ditengah Partai Air VS Partai Sedaqah Minus
lagi dan lagi hanya ada di malam Inagurasi. 3 Diva yang digawangi oleh Kak Nuril, Kak Ade, dan Kak Riza Rahmi akan membedah dua cerpen "Air dan Sedeqah minus". disini kami dibagi menjadi 2 kelompok dimana partai Air dipimpin oleh kak Ade dan partai Sedaqah Minus dipimpin oleh kak Riza Rahmi, sedangkan kak Nuril berperan sebagai mediator antar partai. sebelum mulai debat, kami harus menguatkan kualitas kader partai masing-masing dengan cara membedah kelebihan dan kekurangan antar dua cerpen atau dalam hal ini partai. setelah dirasa cukup solid, mulailah perdebatan, dan tidak disangka tidak diyana ada kader partai yang mendukung partai oposisi (haduhh)..kontan saya membuat pemimpin partai syok ditempat. setelah debat ini itu, sampailah ke tujuan dari materi yang diberikan. dalam hal ini pemateri ingin menunjukkan perbedaan antar kedua cerpen yang sangat mendasar, yaitu perbedaan ideologi. perbedaan ideologi inilah yang mendasari FLP berdiri ditengah kekhawatiran akan karya-karya tak mendidik.
Resensi oh Resensi
ngantuk..tugas resensi belum siap..jam 01.00 wib
setelah materi dari bang Ferhat dan briefing dari MOT, kami kembali ke kamar masing-masing. masih dengan memegang buku yang harus dibaca..
ika ngantuk kali kak Aya..tidur duluan ya..Bismika Allahumma...
kemuadian aku tidak mendengar apa-apa lagi sampai alarm hp menjerit-jerit pukul 04.00 yang masih tidak aku pedulikan. sampai saat ada yang ngetok-ngetok pinta kamar..
ya Allah resensi belum siap (batinku)..langsung aku membangunkan 5 teman sekamarku dan terjadi peristiwa seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
saat yang lainnya qiyamul lail, karena kebetulan aku lagi berhalangan, jadilah aku mengejar tugas resensiku, ternyata yang lain sudah menyelesaikan tugasnya (entah jam berapa mereka tidur). alhamdulillah selesai walau dengan tulisan naik turun gunung seulawah. Nah ada satu fakta yang aku dapatkan dari meresensi buku " Disini ada cinta, Matahari Tak Pernah Sendiri" karyanya bunda Helvy dkk, buku ini berisi pengalaman anggota FLP dari awal mengenal sampai perjuangan menjalankannya.
faktanya, jadi selama ini aku sulit membedakan mana bunda Helvy mana mbak Asma Nadia, dan ternyata memang mereka berdua adalah kakak-beradik. (ampunkan saya T_T)
(lagi..lagi..hanya ada di inagurasi!)
Genk nasi bungkus + tumbler alias "plok"
waktunya makan, nasi bungkus sudah tersusun rapi di atas meja peserta. Saat ingin menikmati hidangan, bang Aula dengan suara tampa mic..
kawan-kawan yang belum tarok tumblernya di meja depan, harap segera diletakkan, biar diisi minuman sama panitia konsumsi
ha?
tumbler??
diisi minum??
beberapa peserta lainnya atau hanya aku agak ga conect..pikiran ku langsung ke aplikasi tumbl.com yang ada di PC.
melihat sedikit yang bergerak ke meja depan, bang Aula mengumumkan lagi
kawan-kawan letakkan tumbler atau tempat minum atau "plok" nya di meja depan ya, biar segera diisi minuman...nah yang ini baru kami paham.
(maaf bang, kami agak ga gahul gitu orangnya..baru dengat tumbler pertama kali -__- xixi
Pengumuman
waktu hampir menunjukkan pukul 15.00. saatnya untuk pengumuman siapa yang akan lolos ke tahap berikutnya. diiringi backsound ala X-Factor, kak Nuril malah mendramatisir denyut jantung semakin menjadi-jadi. saat namaku disebutkan..
Ika..kamu mahasiswi kedokteran ? apakah kamu bisa meluangkan waktu ditengah jadwal anak FK yang padat? apakah FLP tahun ini akan menerima seorang mahasiswi kedokteran lagi??
yang ditanya hanya diam sedangkan musik terus berdendang..
Ika..selamat kamu lulus..
Alhamdulillah..rasanya ingin tebar bunga sangking senangnya. aku dinyatakan lulus bersama dengan 25 peserta lainya dan 6 peserta dinyatakan lulus bersyarat. walaupun ini belum akhir, tapi seperti pintu-pintu untuk menjadi bagian keluarga FLP terus terbuka.
Inagurasi Award
Ternyata disini ada awardnya, tidak hanya untuk peserta juga untuk panitia. Bang Ferhat selaku peraih 2 award untuk kategori pemateri dan materi terfavorit terlihat sumeringah saat memandu acara inagurasi Award bersama Kak Nuril.
terima kasih untuk teman-teman yang telah memilih saya kata bang Ferhat.
sedangkan untuk peserta, award dalam kategori wanita terunik jatuh kepada kak Cut, laki-laki terunik diraih oleh bang khaizir, untuk peresensi wanita dan laki-laki terbaik berturut-turut didapatkan oleh Hilwa dan bang Zahlul Pasha.sedangkan untuk kategori peserta wanita terbaik diraih oleh Kak Vivi dan untuk laki-lakinya diraih oleh Bang Ruslan. nah disini juga ada Award untuk wanita/laki-laki tersunyi senyap, yang diraih oleh kak Nurul dan bang Azhar. Aku sendiri masuk dalam nominasi wanita terunik, entah dari mana datangnya keunikan itu, aku pun bingung. setelah pembacaan Award kami begegas Shalat Ashar kemudian siap-siap pulang
Foto-foto..smile :)
setelah semuanya siap dengan barang masing - masing, kami semua berkumpul di depan gedung BPKB termasuk panitia. dan apa lagi yang harus dilakukan selain menyimpan memory bersama dalam foto kenangan. panitia juga tak mau kalah dalam hal ini. kami mengambil beberapa atau lebih tepatnya banyak gambar dalam berbagai gaya.
dan disini, aku rasakan betapa aroma kekeluargaan itu semakin meresap ke hati, mereka membuat aku nyaman menjadi salah satu bagian anggota keluarga besar ini. dan memang benar isi dalam buku yang aku resensi
matahari tak pernah sendiri, ada Allah dan bermiliar bintang lain menemani, mereka lah bintang-bintang bersinar itu, yang siap seiring langkah menuju visi bersama, agar terus Berbakti, Berkarya, Berarti. dilarang terharu-biru :)
setelah hasrat berfoto tersampaikan, kami menaiki Bus yang telah menunggu sejak tadi. mengisi kursi kosong walau ada sebagian yang harus berdiri. saat semuanya siap, Bus melaju kencang sampai akhirnya berhenti di Masjid Oman, Lampriet. itu artinya masih harus naik Labi-Labi untuk sampai ke Kost ku.
Pulang (masih dengan labi-labi)
perjalanan kali ini ditutup dengan labi-labi. aku dan beberapa teman lainya ( Hilwa, Mawaddah, kak Nurul, Rizka, dan Intan serta beberapa peserta laki-laki) memutuskan untuk pulang dengan labi-labi. kami menunggu di depan halte Masjid cukup lama. Sampai saat Hilwa setengah berteriak " itu ada labi-labi lewat kak" yang ternyata adalah mobil Pick up. memang di Jakarta ga ada labi-labi ya dek.
kemudian kami menunggu lagi dan terus menunggu (sing: sekian lama aku menunggu) akhirnya labi-labi sebenarnya lewat. kami naik ke dalam walau agak berdesak-desakan, takut ga ada lagi labi-labi lagi lewat.
ternyata di dalam labi-labi tersebut turut serta seorang akhwat asal negara Upin-Ipin, sepertinya dia bingung melihat ransel kami yang isinya hampir protes keluar. ketika dia menanyakan kami dari mana dengan logat Malaysianya, sontak saja aku, kak Nurul dan Intan yang notabene fans berat upin-ipin menjawab dengan logat Melayu juga ( Note: cakap Melayu telah kami lakukan sejak di penginapan).Habibah nama dari akhwat tersebut, senyam-senyum aja melihat gelagat kami yang sok berbahasa ibu nya. mungkin ada yang salah, entahlah kami terlampau senang ketemu orang Malaysia.hehehe..Bi panggilannya, baru semester 2 di UIN Ar-raniry, disini dia tinggal di Tanjung Selamat (hasil wawancara yang kami lakukan).
setelah satu-persatu turun dari labi-labi karena tujuannya telah sampai, tinggalah aku seorang diri karena kosan ku masih beberapa meter ke depan. setelah sampai, aku bergegas turun dengan tak lupa bayar pastinya, aku harus berjalan lagi memasuki lorong kosanku.
walaupun lelah, sambil berjalan menuju kosan, rasanya sejuta cerita di Lubuk terus terngiang di benakku, sambil menyimpul berjuta harap semoga keluarga ini terus bersatu dalam Dakwah Bil qalam.
dan inilah kami..
One Big Family :)
Gubuk Pinkku, 22 april 2014
18:34 (karap Meugreb lagoe ^^)

*untuk peserta pewawancara terbaik diraih oleh kak Helka dan Bang Fauzan
BalasHapusmantap tulisannya. jd pengen balik lagi kesana :D
BalasHapusiya kk icha...rasanya kyak kluarga cmra..rame beud :)
BalasHapusnice written story,
BalasHapusmksi bg azhar..
BalasHapus