Kamis, 15 Januari 2015

My best Partner Ever

Sebenarnya sudah lama aku ingin mendeskripsikan tentang sahabatku yang satu ini, dan inilah moment tepat di hari yang spesial untuknya. Mengenalnya pertama kali saat daftar ulang bersama kakanya yang juga sahabatku, ternyata dia juga seangkatan denganku. haa?? kok bisa?

tentu saja, sahabatku ini kelahiran1996, masih begitu muda untuk menjadi seorang mahasiswa menurutku. Ia pernah loncat kelas waktu SD, jadilah ia kuliah di tahun yang sama denganku walau umur kami terpaut 3 tahun. dan dialah Amatu Sholiha, anak metropolitan yang oleh takdir membawanya melangkah ke tanah rencong ini.

Bicara Amatu Sholiha alias Dede artinya bicara tentang gambaran cewek Betawi sesungguhnya, mulai dari gaya ngomong, sikap jutek, ampe ekspresi muka. ya walaupun ga terlalu nyablak menurutku. Aku suka mendengar jika ia bicara dengan logat Jakartanya, rasanya gimana gitu.

Dede ini anaknya berani dan pandai berkomunikasi, tentang hal ini aku kalah jauh darinya. Ia mampu berkomunikasi dengan baik dengan siapa saja. aku juga jarang melihatnya menangis. Pertama kali saat jarinya sakit sampai berabses dan bengkak parah. Aku menemaninya ke Rumah Sakit untuk insisi lukanya. oleh dokter disana jarinya malah di pencet - pencet, dan Dede menangis sejadi - jadinya, sakit sekali pasti, tingkat terkena siraman air aja sakit apalagi di pencet kayak gitu. aku tak tau harus berbuat apa waktu itu, hanya menatapnya sayu dipinggir bed Rumah sakit.

Dede adalah salah satu sahabat yang denganya beberapa mimpi dan hobiku bisa terealisasi. Mengenai Hobi memasak misalnya. burhubung selama jadi anak kost dan ga punya dapur buat masak, jadilah Hobi ini paling susah diwujudkan selama kuliah di Banda Aceh, sampai akhirnya aku tau kalau Dede juga punya hobi yang sama, jadilah kami sering masak bersama di rumah kontrakannya, buat pancake, mie ayam, bihun goreng, sampai persiapan buat Ifthar jama'i dan acara Kurban sudah kami lakukan bersama. Dalam memasak kami bisa saling bertukar tips dan trik memasak dalam keluarga masing - masing.
''kata Umi aku itu adonan tepungnya harus di aduk searah dan pelan-pelan, biar ngembangnya bagus'' kata Dede.
aku juga ga mau kalah '' De, itu kalau kita goreng bawang, Mamak kami bilang harus dikasih tepung dikit biar garing''

Begitulah kami saling bertukar rahasia dapur keluarga masing - masing, seru, asik, ga pernah bosan deh pokoknya kalau sudah sama Dede. 

Hingga akhirnya Hobi kami itu menjadi peluang bisnis. Aku sudah lama bermimpi untuk bisa berbisnis, bisnis apapun itu,minimal aku bisa belajar menghargai apa yang telah aku dapatkan dan mengelolanya dengan baik. tapi rasanya buntu, ga tau mau bisnis apa, ditambah dengan agenda kuliah yang padat dan amanah di organsiasi. jadilah mimpiku untuk berbisnis vakum selama 2 tahun. dan Dede datang menawarkan untuk berbisnis bersama, bisnis makanan sesuai dengan hobi yang kami miliki.

Persiapan bisnis dimulai, hitung modal awal, peralatan yang dibutuhkan, teknik pemasaran, menentukan target penjulan, dan yang terakhir menentukan nama Produk. kami memutuskan untuk menjual snack ringan dengan cita rasa pedas. berhubung makanan itu lagi jadi favorit di kalangan mahasiswa, mudah dibuat dan tahan lama, jadi sangat cocok buat kami selaku mahasiswa yang ga sempat jika harus membuatnya tiap hari. dan nama produk kami adalah 'Laa Pedas' artinya bukan Laa dalam bahasa Arab yang artinya 'tidak', tapi Laa dalam bahasa Perancis yang artinya 'sangat'. kami sudah menjalankan bisnis ini kurang lebih 3 bulan, dan hasilnya sangat menjanjikan. Alhamdulillah.
Logo Laa Pedas


itulah segelintir kisah bersama Dede. banyak pengalaman berharga ketika bersamanya. sikapnya seperti adik kecil membuatku mengerti bagaimana rasanya punya adik perempuan. harus bisa sabar dan memahami perasaannya, walau tak jarang ia yang berlaku sebaliknya untukku.
Doaku di hari spesialnya, semoga semakin sholiha sesuai dengan namanya, makin dewasa, makin rajin, makin lancar studinya, makin enak masakannya, makin dan makin lagi.

#baru 19 tahun ya de, jauh banget umur kita yak..hehehe
Barakallahu fi umrik
Uhibbuki fillah, lillah... 

Jumat Mubarak, 16 Jan 2015: 11.51
My lovely home


Tidak ada komentar:

Posting Komentar