![]() |
| EKG di ICCU |
Hari sabtu yang akan melelahkan pikirku...
kami akan seharian penuh berada di RSUD ZA dalam rangka hospital tour blok emargancy. Ada enam ruangan yang harus kami sambangi: ICU, ICCU, PICU, NICU, IGD, dan OK. Ruangan OK menjadi tempat yang paling kami tunggu - tunggu untuk didatangi. Bagaimana tidak, memakai baju khusus operasi, dengan masker yang terpasang akan keren sekali rasanya. Yaah...walaupun belum jadi dokter betulan minimal dengan memakai baju tersebut 'feel' dokternya jadi lebih terasa.
Tibalah hari sabtu yang dinanti, jam 8 teng kami sudah berada di RS. Kami berkumpul di kantin, tapi tidak ada tanda - tanda tour. Sampai setengah 9 kami menunggu, akhirnya kami bergerak juga ke tempat yang ditentukan. Ruangan pertama yang kami masuki adalah PICU (Perinatal Intensive Care Unit), menunggu sebentar kami dipersilahkan masuk oleh dokter jaga. Mataku langsung tertuju ke anak - anak yang dirawat disana. Ada 4 bed, 2 bed ditempati oleh bayi pasca operasi, 1 bed ditempati oleh bayi dengan kelainan jantung bawaan, satu bed lagi ada seorang anak dengan tumor otak. Kasihan sekali melihat mereka, anak sekecil itu sudah harus berjibaku dengan penyakit dan alat - alat medis yang terpasang.
Ruangan kedua adalah NICU (neonatal Intensive Care Unit), sesuai namanya tempat ini merupakan ruang rawatan khusus untuk bayi baru lahir dengan umur kurang dari 28 hari. Kami harus menunggu sangat - sangat lama untuk masuk kesana. Berdiri di koridor ruangan, tidak ada yang bisa dilakukan, kami memilih berfoto ria, selang beberapa lama berfoto kami belum juga dipanggil masuk, kaki sudah lelah untuk menopang tubuh kami, akhirnya kami duduk di koridor ruangan. Tidak ada tanda - tanda dipersilahkan masuk, sampai akhirnya ada dokter yang keluar, tapi bukannya disuruh masuk kami malah disuruh keluar karena duduk di koridor, nanti jika waktunya kami dipanggil kembali. Daripada menunggu yang tak pasti di ruang NICU, kami memutuskan untuk ke IGD tempat ke 3. Untungnya disana kami tidak perlu menunggu lama, melapor sebentar kemudian ada dokter yang menjelaskan. Ternyata ruang di IGD dibagi menjadi beberapa bagian tergantung tindakan yang mau dilakukan dan keparahan pasien. Ada garis yang membatasi, garis merah untuk pasien gawat yang harus mendapat pertolongan segera, garis kuning untuk pasien yang tidak terlalu gawat, dan garis hijau untuk pasien non emergancy.
Setelah IGD selesai, kami kembali ke NICU, ternyata ada kelas lain yang sedang masuk. Tapi tidak lama kemudian mereka keluar dan kami akhirnya boleh masuk. Penantian yang panjang!
Disana kami melihat bayi yang betul - betul mungil. Ada bayi yang lahir dengan berat badan rendah, mungil sekali hanya sepanjang siku kami. Ada juga bayi yang lahir dengan Kepala kecil. Aku sendiri benar - benar terenyuh melihatnya. Sedih, kasihan, dan perasaan takut bercampur aduk, masihkah aku ingin menjadi spesialis anak jika sehari - hari saja aku tidak tega melihat mereka berjuang dengan penyakitnya?
entahlah...
Selesai dari NICU kami istirahat untuk mengumpulkan kembali tenaga. Masih ada 3 ruangan lagi. Selesai makan dan shalat kami menuju lantai 2 untuk masuk ke ruang ICCU, ruang khusus untuk pasien dengan gangguan jantung. Disana lebih banyak orangtua, secara umum kondisinya baik, tapi mereka dapat tidak stabil secara tiba - tiba, makanya selalu ada perawat yang setia menunggu, memcatat setiap tanda vital tang ditunjukkan oleh monitor yang terpasang.
Lanjut lagi ke ruangan OK, tempat yang paling kami tunggu - tunggu. Tapi diluar prediksi, kami tidak boleh masuk dengan berbagai sebab. Waah..penonton kecewa, padahal ruang OK adalah motivasi terbesar untuk ikut hospital tour hari itu, ternyata kenyataan tidaa sesuai harapan. Mungkin niat kami kurang lurus, bukan niat untuk belajar, tapi cuma ingin "keren-kerenan" pakai baju OK. Karena sudah Ashar, kami memutuskan untuk shalat, masih ada 1 ruangan lagi.
ICU menjadi ruang terakhir Dari Tour kami. Masih harus menunggu lama untuk masuk kesana, akhirnya kami diperbolehkan masuk. Dan di ICU benar - benar menampar hatiku, Berada ruang yang berisi pasien - pasien dengan penyakit berat itu, aku tidak bisa berkata - kata lagi. Ada dua orang pasien dengan diagnosa sepsis, mereka terus mengerang seperti ingin mengatakan sesuatu, matanya terbuka dan kakinya bergetar hebat, menahan sakit. Selama ini kami memang membahas sepsis adalah komplikasi penyakit yang parah, tapi melihat pasien tersebut aku akhirnya mengerti mengapa sepsis sangat ditakutkan. Ada satu pasien lagi yang membuatku ingin menangis, seorang bapak dengan diagnosa stroke akibat perdarahan. Ia tidak sadarkan diri, kata dokter disana bapak tersebut hanya dapat bertahan hidup karena bergantung dengan alat - alat medis, dokter tidak bisa melakukan apapun lagi, dan jika kondisi pasien tiba - tiba memburuk, tidak ada yang
bisa dilakukan, keluarga pasien sudah diberitahu. Aku membayangkan jika berada diposisi dokter dan keluarga pasien, sangat dilema memikirkannya.
Dan tour kemarin meninggalkan kesan tersendiri untukku, ternyata selama ini masih kurang syukurku atas limpahan nikmat yang Allah beri, oksigen gratis untuk bernafas tanpa alat bantu, denyut jantung yang berdetak harmoni, dan atas kelahiranku ke dunia dengan normal tidak seperti adik - adik diruang NICU dan PICU tadi. Benar sekali, jika kita merasa kurang tentang apa yang telah kita punya, cobalah lihat orang - orang disekitar kita yang kurang beruntung, niscaya rasa syukur itu akan merekah satu - persatu.
Hospital Tour kemarin semoga semakin membulatkan tekadku untuk bisa menjadi dokter yang bermanfaat dan setiasa dalam kesyukuran kepada Allah. Amiiiin...
Bumi Cinta, 31 Mei 2015
Rabbana Lakalhamdu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar