ASISTANT ANOTOMY
YOU GET IT IKA...
Tulisan itu aku tulis besar - besar dan aku tempel di dinding kamar kost. Sebagai motivasi. Tahun ini memang giliran angkatan 2012 ditambah dengan angkatan 2013 untuk test asistant Lab, baik itu Anatomi, Fisiologi, maupun Histologi. Pertama kali yang membuka OR adalah Lab Anatomi, peminatnya ga tanggung - tanggung lebih dari 100 orang. Walaupun begitu aku tidak boleh menyerah karena impian untuk menjadi Asistant sudah sejak semester 1. Alasannya biar ilmu yang telah dipelajari ga menguap begitu aja kayak formalin di cadaver dan agar hadirku di dunia ini punya banyak manfaat bagi orang lain -_-
Kali ini panitia OR Anatomi mengambil tema Anatomy's Got Talent (kayak yang di tipi - tipi itu). Segala persiapan telah mereka lakukan. Begitu pun dengan aku. Bagaimana persiapan yang aku lakukan??
luar biasa sodaraa... aku hanya mulai belajar H-2 ujian, buat Handmade disitu buat Motlet juga di hari itu.
luar biasa sodaraa... aku hanya mulai belajar H-2 ujian, buat Handmade disitu buat Motlet juga di hari itu.
![]() | |
| Handmade kilat -_- |
Sobotta?? jangan ditanya..
malam sebelum ujian aku baru membukanya. Bayangkan buku 3 jilid itu harus dilahap dalam satu malam. Kenyang - kenyang deh.
dan usaha sebegitu terbukti saat ujian. Pertama tentamen. Bau formalin semakin mengobrak - abrik hafalan yang tak seberapa.Mulailah segala kegalauan saat membaca soal:
eh..ini kayaknya ada di halaman sekian deh
itu kan pernah dijelasin sama kakak itu
ini hati atau paru ya...
Nah itulah sodara..efek kurang BELAJAR. (Jangan ditiru please). dan untuk tes tulis juga berlaku hal yang sama. nggak bisa jawab..huhuh
Setelah ujian selesai, kami pun dibolehkan pulang. Pengumuman jam 14.00 nanti. Aku sudah tidak berharap apa - apa lagi. Salah sendiri kurang belajar. Hasil sesuai dengan usaha kan :).
Dan saatnya pengumuman...Benar saja, aku tidak lulus.
Kecewa?? iya kecewa..bukan karena tidak lulus, tapi kecewa pada diri sendiri karena menyepelekan waktu, karena tidak memanfaatkan kesempatan yang ada.
Oke..Anatomi tak dapat masih ada Fisiologi di depan mata. Aku mencoret tulisan yang pernah aku tulis di dinding kamar kost kemudian aku menggantinya dengan tulisan "Asistant Physilogy". Tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, kali ini persiapan lebih aku tingkatkan. Belajar bersama merupakan metode paling jitu untuk meningkatkan pemahaman. Sampai nginap di rumah Anita waktu itu bareng Evira, Weny dan Sarah.
Hari ujian pun telah ditentukan, Sabtu sore. dan taukah sodara...Sore itu juga ada ujian Final Tasqif, tidak boleh terlambat. Aku pikir tidak ada hari ganti untuk ujian Tasqif, dan Finally karena harus mengejar keduanya. Aku hanya menjawab soal tulis Fisiologi dalam waktu 10 menit saja. Entah berapa soal yang sempat terlirik oleh mataku, yang lainnya hanya hitung kancing untuk menjawabnya.
Setelah itu langsung saja aku meluncur ke Lamgugob untuk ujian Tasqif. Semuanya aku pasrahkan pada Allah.
Hingga hari pengumuman itu, namaku ternyata juga tidak ada pada kertas yang ditempel di pintu Lab.
Apakah aku menyerah dengan 2 kegagalan yang aku alami. Tidakkk!!!
ini sudah menjadi impianku, impian ke-64 yang aku tulis. Jadi Asistant lab...ya mungkin karena impianku yang satu ini kurang spesifik, jadilah semua OR Asistant Lab harus aku coba. Masih ada OR asistant Lab terakhir, Histologi.
Baru saja aku ingin menyiapkan berkas untuk Histologi, ternyata ada peraturan kalau yang sudah mendaftar menjadi Asistant Lab lain tidak dibenarkan lagi untuk mendaftar di Histologi. Taukah sodara...rasanya tuh..sakiiiiittttttnya disini (uuekk..ga kok, aku ga se-alay itu)
Allah mungkin tidak berkenan dengan impian ku yang satu itu. Mungkin Allah punya rencana bermilyaran kali labih indah dari pada ini. Hana masalah :)
Disaat yang bersamaan dengan segala macam hiruk-pikuk test asistant, aku juga mulai memupuk bibit - bibit baru yang mulai tumbuh dalam diriku. Ya..bibit itu adalah sebuah keinginan untuk menjadi penulis dan kemudian punya buku. Hal ini juga telah aku tuliskan dalam 100 impianku, impian nomor dua, punya antologi.
Berangkat dari petuah yang aku dapat dari Kak Nuril (Ketua FLP waktu itu) saat inagurasi, yang terpenting untuk menjadi seorang penulis adalah 'ambil kertas dan alat tulis atau buka Ms.word dan mulailah menulis'. Sebagai pemula pentingkan kuantitas tulisan baru kemudian kualitasnya. Jadilah aku mulai menulis, awalnya masih malas - malas. Tapi berhubung di Facebook pun banyak event lomba menulis dengan berbagai tema, aku mengikutinya. Karena dikejar Deadline, mau tidak mau aku harus menyiapkan tulisanku.
Aku tidak berharap apa - apa dari lomba yang aku ikuti, kalau diterima ya Alhamdulillah, kalaupun nggak juga ga apa - apa. Aku hanya ingin melatih jari - jari ini agar terbiasa menulis. Untuk punya antologi pun, mungkin dua-tiga tahun kedepan.
Tapi inilah salah satu skenario terbaik Allah untukku. Tulisanku lolos. itu artinya aku akan punya antologi. Padahal aku menargetkannya dua tahun lagi, tapi Allah memberinya sekarang.
Walaupun aku mengharapkan impian ke-64 tapi Allah menyegerakan impianku yang ke-2.
| ||
| Antologi pertamaku |
Lukiskan semua impianmu di kanvas
dan beri penghapusnya pada Allah
biar Allah saja yang menentukan mana yang terbaik untukmu
baiti jannati, 07 Juli 2014
17:10
Ngabuburit ^_^

Ika. Selamat. Selamat untuk impian yang Allah segerakan. Ah, semoga Allah juga mengganti impian yang harus kuhapus itu dengan yang lebih indah, atau menyegerakan impian lainnya. Semoga.
BalasHapusWah, kak ika, boleh baca cerpennya? hehe^^
BalasHapusanita: Allahumma Aamiiin..semoga Nita
BalasHapusyang terpenting kita bisa menerima semua ketentuan Allah
soleil du lumiere: boleh boleh...beli bukunyaa yaa :) hehe
BalasHapuswaahh.. Ika.. selamat ya :) keren udah punya antologi.. semoga impian yang laen juga bisa segera terwujud ya ^ ^
BalasHapusAamiiin ya Rabb :)
BalasHapusmakasi kakak..semoga impian kk pun demikian ^^
Setidak nya aku tersentil 2 motivasi dari tulisan ini ika
BalasHapusyg mana itu wen :)
BalasHapussmga motivasinya bisa terwujud dlmkerja nyata ut kami pribadi dan utk weny