Jumat, 11 Juli 2014
Kami Kaya, Tapi....
di negeri kami....
pohon - pohon tumbuh membentuk kanopi
matahari tak menembus lansung ke kulit
ikan - ikan bebas berenang mengikuti arus kehidupan
di negeri kami...
sekolah - sekolah terus bertambah
buku - buku tersusun rapi di perpustakaan
para guru leluasa menyampaikan ilmu pada siswanya
di negeri kami...
banyak Masjid - Masjid dibangun indah dengan ukiran ragam relief dunia
Al-quran bebas dilafadzkan
baik di taman sambil menikmati harum bunga atau pun ditepian pantai ditemani semburat langit oranye
di negeri kami...
aktivis bebas berinovasi, berkreasi dan berprestasi
mereka nyaman saja turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi
indah bukan ??
begitu banyak kekayaan yang diberikan Allah untuk kami
namun..kebanyakan dari kami terbuai dengan semua itu
pohon - pohon besar itu kami tebangi
sekolah sulit kami jangkau karena ditumpuk di ibu kota
buku - buku yang ada pun hanya sebagai penghias lemari
Masjid jangan ditanya lagi...
kapasitas 1000 orang hanya diisi oleh dua - tiga laki - laki tua batuk - batuk
Al-quran juga banyak...banyak debunya di dalam lemari
bapak - bapak memilih membaca koran sambil minum kopi
ibu - ibu menyiapkan makanan kemudian duduk berkumpul untuk bergosip di bawah pohon seri
mereka yang mengaku aktivis pun mudah diprovokasi
bagaimana dengan negerimu saudaraku?
kami dengar tanah kalian hanya tinggal sepetak
dentuman suara roket menjadi irama pengiring ibadah sehari - hari
kepergian keluargamu engkau hantarkan dengan senyum di wajahmu
karena gelar syahid akan segera disandangnya. InsyaAllah
dan di tengah prahara itu...kalian masih bisa melahirkan generasi Qur'ani
anak - anak hanya berbekal batu kecil setiap harinya
mental yang pasti tidak dimiliki oleh anak - anak lain di penjuru dunia ini
terlebih lagi kalian masih sempat mengkhawatirkan saudaramu yang ‘kaya’ ini ketika terjadi bencana alam dengan mengirimkan bantuan, padahal kalian sedang membutuhkan hal itu
sesungguhnya kami cemburu padamu wahai Mujahid - Mujahidah
karena sejatinya kalian lebih kaya
walaupun darah terus menetes
walaupun kalian harus kehilangan sanak saudara
walaupun tidak ada makanan yang dapat mengisi perut
tapi satu janjimu bahwa akan mewakili seluruh umat muslim di penjuru bumi untuk melindungi tanah ‘warisan’ Allah meski nyawa harus melayang
dan kalian lah saudaraku...Hamba - hamba pilihanNya
yang dicintai penduduk bumi dan rindui penduduk langit
Allahumma ansur ikhwana mujahidin fi Palestine
#savegaza @savepalestine
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar