Jumat, 18 Juli 2014

Primadona dalam Pelepah ~ Ika Mawarni


sumber foto: www.google.co.id
Siapa yang tidak kenal buah yang satu ini. Tekstur buahnya yang lembut dan kandungan air yang banyak seolah menjadi menu wajib setiap kali Ramadhan tiba. Cara pengolahannya pun sangat mudah, belah buahnya (tenang..anda tidak akan menjumpai sesosok bayi mugil bernama Timun  Mas), kupas kulitnya, ambil daging buahnya, lalu campur dengan gula, kemudian tambahkan sedikit syrup dan es batu..rasanya beuh (tergugat iman Ipin). 

Buah dengan  nama latin Curcumis Lativus ini juga kaya akan vitamin dan mineral sehingga dipercaya dapat memulihkan tenaga setelah berpuasa seharian. Sebenarnya timun suri tidak hanya dijumpai saat Ramadan saja karena buah ini merupakan tipe buah musiman. Tapi para petani banyak menanamnya saat bulan Ramadan sehingga buah ini menjadi primadona yang paling dicari dalam bulan penuh berkah ini.

Es Timun Suri





Di Aceh sendiri, timun suri dikenal dengan nama Timun Wah yang artinya pecah atau merekah. Setiap Ramadan buah ini tidak pernah absen melengkapi menu berbuka masyarakat Aceh. Di sepanjang jalan kita bisa melihat bapak - bapak dengan sepeda ontelnya membawa timun suri ke pasar atau menjajakan dagangannya dipinggiran jalan raya. Harganya pun beragam tergantung pada waktu Ramadhan. Di awal Ramadhan harganya  Rp.10.000, seiring dengan berjalannya waktu jika memasuki akhir Ramadan harga akan turun berkisar antara Rp.5.000 - Rp.7.000 , bahkan tak jarang penjual timun suri memberikan dengan percuma barang dagangannya kala azan magrib akan tiba, mereka jarang membawa kembali barang dagangannya ke rumah apabila masih tersisa.

Yang paling unik dalam penjualan timun suri di Aceh, timun - timun tersebut tidak dibiarkan terbuka begitu saja tapi dibungkus dengan  pelepah pohon pisang. Hal ini karena timun suri merupakan tipe buah yang 'rapuh' dan gampang rusak. Selain itu pelepah pisang juga menjadi pelindung bagi timun suri yang merekah. Pelindung bagi 'primadona Ramadan' ini.

sumber: www.google.co.id

Timun suri dalam pelepah ini dapat disamakan seperti seorang muslimah. Muslimah yang baik akan selalu melindungi dirinya, menutupi apa yang terbuka, menutupi apa yang seharusnya tidak terlihat, agar tidak diganggu oleh kuman - kuman yang dapat membuatnya semakin rapuh dan 'rusak'.


Seuramo hatee, 18 Juli 2014. 17:48
disela - sela waktu masak


Tidak ada komentar:

Posting Komentar