Senin, 28 April 2014

Aku Pikir Rumah Teletubbies


       Waktu itu aku masih berseragam putih merah dengan rambut kepang dua. Untuk kesekian kali aku menjejakan kaki di Kutaraja. Siapa yang tidak senang di ajak jalan - jalan apa lagi untuk anak-anak seusiaku. Bibi yang memang berdomisili di Banda Aceh mengajak kami sekeluarga mengitari kota yang dikenal sebagai negeri para Sultan dan Sultaniyyah ini. Pertama kali aku di ajak kesebuah tempat yang amat luas nan unik tersebut. Bagaimana tidak, dalam benak aku berkata "mengapa harus ada bangunan tinggi di tengah tanah lapang begini" belum lagi bentuknya yang bergelombang menambah rasa penasaranku untuk segera menarik tangan mamak mendekati tempat itu. Ternyata bangunan tesebut memiliki sebuah pintu di depannya, saat pintu dibuka kami langsung masuk kesana dan ternyata masih ada lorong lagi di yang harus kami lewati. Bagiku tempat itu seperti rumah  Teletubbies, tokoh kartun kesukaanku dulu. tak ayal aku dan adik bungsuku berlomba  untuk menjadi yang pertama mencapai finish dan dari perlombaan itu tentu saja tidak menghasilkan pemenang karena mamak terlanjur mengeluarkan kata-kata mutiara yang cukup membuat aku dan adikku berjalan dengan tertib. Akhir dari terowongan itu, sampailah kami ke puncak bangunan yang bernama Gunongan, dari atas sana aku bisa memandang sekitar dengan leluasa. Duduk di salah satu sisinya untuk sekadar meluruskan kaki setelah berjalan jauh. 

         Bapak yang memandu kami mengatakan bahwa Gunongan dibangun oleh Sultan Iskandar Muda untuk Isterinya, Ratu Pahang atau dalam bahasa Aceh Putroe Phang. Putroe Phang sebenarnya memiliki nama asli Kamaliah, oleh rakyat Aceh diberi gelar sebagai Putroe Phang karena beliau berasal dari Negeri Pahang, Malaysia. Gunongan atau "gunung kecil" merupakan representatif dari perbukitan yang mengelilingi kerajaan Pahang tempat Putroe Phang tinggal dulu. Bangunan ini memiliki anak tangga di dalamnya agar kita bisa sampai ke tingkat tiga.Sebenarnya Gunongan merupakan bagian dari Taman Putroe Phang, tetapi karena pembangunan jalan raya Gunongan se-akan terpisah dari Taman Putroe Phang. Disinilah hari - hari dihabiskan oleh Permaisuri, bermain bersama dayang - dayang di taman yang dibuat atas nama cinta oleh suaminya ini . Gunongan juga dijadikan sebagai tempat Sang Permaisuri untuk berganti pakaian setelah usai mandi di kolam pemandian.


       Ternyata begitu banyak kisah dibalik gagahnya Gunongan, aku yang masih lugu seenak pikiranku menyamakan dengan rumah Teletubbies. Namun kini seiring dengan perasaan yang mulai bisa didefinisikan dan belajar memahami maknanya, cinta Sang Sultan kepada Sang Ratu begitu indah, seindah ukiran bangunan yang mengandung berjuta cerita, pun sampai sekarang, tak kan pernah redup dari ingatan.


Saat hati saling menyentuh
merangkai cerita dua wajah teduh
ia saling mengisi makna yang kadang tersirat
sedang ceria terlalu cepat mendekat

pun jarak tak bisa membatasi 
jika aku tak bisa membawamu ketempat yang kau rindui
biarlah tempat itu yang ku bawa ke sisi
karena ku tak ingin awan mendung mengelilingi 
tersenyumlah duhai permaisuri

*menebus kesalahan karena ga sempat ikut Jelajah Budaya dengan keluarga FLP

Senin, 28 April 2014
22:07


Tidak ada komentar:

Posting Komentar