Wajah yang selalu mengukir senyum
Tapi sore itu tertutup oleh
masker
Kakak sakit, kak?
Biasalah Cuma Flu, harus ditutup
pakai masker biar virusnya ga kemana – mana
Jawabmu santai lantas melanjutkan
kata nasehat yang terlafaz dari balik masker lambang bulan sabit merah itu.
Sekali dua, kau menarik napas
dalam, mungkin sangat sulit untuk menarik oksigen masuk
Namun terus saja kau memberi
pembelajaran untuk kami sambil diselingi candawaan yang kami sambut dengan
gelak tawa
Setiap rabu kau menyisihkan waktu
khusus untuk kami
Duduk melingkar di antara sayap –
sayap malaikat yang terus bertasbih
Dan aku selalu merindui saat –
saat itu
Jujur..aku kagum kak…
Senang saja memandangimu lekat -
lekat
Bahkan dari atas tangga PBL tika
kau asik bercakap dengan mahasiswa yang lain
Aku suka memandangi wajah sumringahmu
Senyum yang tak pernah absen
walau apapun dan bagaimanapun keadaannya
Aku suka melihat aksi – aksi
nyata yang kau lakukan
Demi perubahan katamu, apapun harus
dilakukan
Aku suka caramu memposisikan diri
Di kalangan mana saja, baik
mahasiswa, anak – anak, sejawat, bahkan atasan
Aku suka saat dirimu tak malu
belajar dari siapa saja
Belajar menggambar saat kita
sedang duduk santai di Asy-Syifaa’
Aku suka semua
tentangmu..semuanya
Entah siapa lagi yang harus
kupandangi lekat – lekat
Saatnya hari itu datang…
Hari yang kita sebut perpisahan
Pagi itu mendung sekali, tapi
bahkan hati kami lebih mendung dari pada langit yang siap menumpahkan airnya
Kita menerobos hujan bersama
untuk sampai ditempat yang telah kita tentukan
Duduk melingkar untuk terakhir
kali
Diselingi dengan bakar – bakar
ikan kemudian makan bersama
Dan kembali kata – kata nasehat
yang mengalir dari hati terdalam untuk kami
Tentang apa yang kau rasakan dan
harapan besarmu untuk kami
Hari itu pertama kali aku
melihat air matamu tumpah
Air mata pengharapan dari seorang
guru untuk muridnya
Air mata kasih sayang dari
seorang kakak untuk adiknya
Air mata kebahagian dari seorang
orang tua untuk anak – anaknya
karena sudah berhasil tumbuh sejauh ini
Isak tangis yang memecah deru ombak yang bersahutan
Menjadi saksi ukhwah kita yang
kian tumbuh subur
Semoga tak akan terputus meski
jarak ribuan kilometer memisahkan
Semoga doa – doa kita di bawah
naungan hujan
Menjadi media terbaik untuk
segera dikabulkan
Uhibbuki Fillah, kakak kami
tersayang...
Seuramoe Hate, 18 Sept 2014
Nama - nama diantara Rabithahku


Tidak ada komentar:
Posting Komentar