“Mak…lihat Kak Era mau masuin aku
ke dalam TV”
aku berlari ke arah Mamak seraya menangis. Dan kau hanya tertawa cekikikan dengan Remote TV masih mengarah ke arahku. Katamu jika menekan tombol remote dengan arah terbalik maka aku akan masuk ke dalam TV dan ga bisa keluar lagi. Kau memang sangat jahil, selalu mengganggu ku, mungkin karena aku terlalu cengeng dan suka merajuk makanya kau berbuat demikian. Tapi aku tetap tidak suka dengan sikapmu, apalagi jika sudah berkolaborasi dengan Kak Yuni dalam menjahiliku. Kalian pernah bilang aku bukan anak Bapak dan Mamak, aku ditemukan hanyut di sungai yang ada di belakang rumah kita dulu. Hiks..Tega…
aku berlari ke arah Mamak seraya menangis. Dan kau hanya tertawa cekikikan dengan Remote TV masih mengarah ke arahku. Katamu jika menekan tombol remote dengan arah terbalik maka aku akan masuk ke dalam TV dan ga bisa keluar lagi. Kau memang sangat jahil, selalu mengganggu ku, mungkin karena aku terlalu cengeng dan suka merajuk makanya kau berbuat demikian. Tapi aku tetap tidak suka dengan sikapmu, apalagi jika sudah berkolaborasi dengan Kak Yuni dalam menjahiliku. Kalian pernah bilang aku bukan anak Bapak dan Mamak, aku ditemukan hanyut di sungai yang ada di belakang rumah kita dulu. Hiks..Tega…
Lagi – lagi aku hanya menangis,
aku bersikukuh kalau perkataan kalian itu bohong, buktinya wajahku yang paling
mirip dengan Mamak diantara kalian berdua.
Kau memang rajin, cuci piring,
nyapu, beres – beres rumah, semua kau kerjakan dan itu membuatmu lebih di
sayang sama Mamak, berbanding terbalik denganku . Aku cemburu karena kau lebih
disayang. Jika ada apa – apa, Mamak pasti mendahulukan kepentinganmu, memenuhi
apa yang kau inginkan. Setidaknya itu yang aku rasakan. Ingat ketika dulu kita
ke pameran, Mamak membelikanmu celana batik, sedangkan aku tidak. Aku sangat
marah waktu itu, aku berlari di antara kerumunan orang, agar Mamak ga bisa
mencariku, lebih bak aku tak pulang sekalian, pikirku.
Dan ketika kau sudah tamat SMP,
aku mulai kehilangan sosok kakak karena bukan hanya Kak Yuni yang pergi ke
Banda untuk kuliah tapi dirimu juga, kau berhasil lulus di SMA favorit di Banda
Aceh. Dan itu berhasil membuat Mamak dan Bapak bangga lagi. Aku hanya tinggal
berdua sama Aam. Tidak ada kalian berdua, rumah semakin sepi, Mamak pulang
ngajar siang, Bapak sore, dan Aam hanya asik bermain dengan kawannya. Tinggalah
aku sendiri di rumah, ga ada yang gangguin lagi, ga ada yang marah – marah lagi
kalau aku ga membereskan tempat tidur. Kalian hanya pulang setahun dua kali,
saat liburan semester. Dan semuanya semakin terasa beda.
Setelah tiga tahun berlalu,
ternyata kau kembali membuat orangtua kita bangga, lulus SMA kau langsung di
terima kerja di kantor PLN Medan. Walau kau ingin sekali mencoba SNMPTN untuk
masuk Kedokteran, tapi kau memadamkan ambisimu agar tidak terlalu merepotkan
orang tua kita. Mungkin keinginanmu untuk jadi dokter jauh lebih besar dari
pada aku, tapi kau rela meninggalkannya.
Itulah kisah yang telah kita
lalui bersama. Sekarang aku sudah cukup dewasa untuk memahami bagaimana
sebenarnya rasa kasih sayang Mamak untuk kita, walau berbeda – beda bentuknya,
yang pasti Mamak dan Bapak tetap sayang kita, walau aku cemburu namun hal ini semakin
membuatku terpacu untuk jadi sosok sepertimu, yang rajin dan tak menyusahkan
orangtua.
Dan hari ini tepat 25 tahun
usiamu, aku hanya ingin berterimakasih atas semua yang telah kau lakukan dan
berikan untukku, terimakasih untuk tak pernah lelah mencereweti sikap malasku,
terimakasih telah memperkenalkanku dengan ‘Jilbab Lebar’, terimakasih sedikit
banya kau membantu kelancaran studiku, termasuk memberikan Laptop sehingga aku
dapat menulis cerita ini.
Semoga di titik ini, kau menjadi
lebih baik lagi, lebih shalihah lagi dan dimudahkan dalam menghafal Al-quran, sehingga
impian kita untuk memakaikan mahkota kemulian bagi Mamak dan Bapak dapat terwujud
di hari kemudian kelak.
Terakhir, aku sangat berharap kau
segera mendapat pendamping hidup yang memang pantas mendapatkan pribadi
sepertimu. Biar di Medan ga sendiri lagi…Hahahhaaha
Aamiiin….
Seuramoe Hatee, 01 Oktober 2014
22.00

Tidak ada komentar:
Posting Komentar